Puisi: Kapal Yang Melintas
Puisi Karya: Viola Putri Kinanti,
Siswi SMPN 1 Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Lampung.
KAPAL YANG MELINTAS
Tatapan mata, tanggapan sapaan
yang memuaskan hati
Obrolan-obrolan yang dipaksakan,
agar tidak berakhir
Sungguh, masa-masa yang membuat hati tersenyum sepanjang hari, Tuan.
Aku pikir kau adalah kapal
yang ingin menjemput ku dari ujung samudra, hingga ke tepian
Tapi nyatanya, kau melewati itu bahkan lebih memilih melewati Segitiga Bermuda, daripada menjemput ku dari ujung samudra
Aku menunggumu di dermaga,
namun nyatanya, kau sedang mencari
jalan keluar dari tempat itu
Aku tidak pernah terpikir hal itu,
yang ada di benakku hanyalah kita sama-sama menunggu di dermaga.
Aku tidak marah,
dan aku tidak menyalahkan,
Pergilah engkau ke daratan,
dan aku akan menetap di dermaga,
menunggu seseorang
yang ingin menjemput ku di sana.
Tentang Puisi:
Puisi Kapal yang Melintas” menggambarkan pertemuan singkat yang meninggalkan kesan mendalam di hati. Sebuah Kapal dalam Puisi ini menjadi simbol seseorang yang datang membawa harapan, namun hanya sebentar, lalu pergi tanpa benar-benar singgah.
Sementara itu, dermaga melambangkan hati yang menunggu dengan setia sebuah tempat yang penuh harapan, namun juga kesepian. melalui pilihan kata yang lembut dan sarat makna, penulis menampilkan pertentangan antara kehadiran dan kehilangan, antara harapan dan kenyataan.
Makna mendalam dari puisi ini terletak pada penerimaan dan keikhlasan dalam menghadapi perpisahan yang tak diinginkan. “kapal yang Melintas” bukan sekadar kisah cinta yang tak berakhir indah, melainkan juga refleksi tentang manusia yang sering terjebak dalam penantian.
Puisi ini mengajarkan bahwa tidak semua yang datang harus tinggal, dan tidak semua yang pergi perlu dikejar. terkadang, seseorang hadir hanya untuk mengajarkan arti kehilangan, agar kita belajar mencintai tanpa menggenggam, serta menunggu tanpa menggantungkan seluruh harapan.


