Banjir Berulang di Pontianak Barat: Ahli Ingatkan Pentingnya Kembalikan Konsep Rumah Panggung

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 10 November 2025 12:43 WIB dengan kategori Daerah Kalimantan Kalimantan Barat Pontianak dan sudah 314 kali ditampilkan

PONTIANAK - TERKININEWS.COM - Kawasan Jalan Pelabuhan Rakyat, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, kembali diterjang banjir setiap hujan deras melanda. Kondisi ini sudah bertahun-tahun menjadi masalah berulang dan sampai saat ini belum ada solusi permanen yang mampu mengatasi persoalan dari akar penyebabnya.

Pengamat budaya lokal menilai bahwa fenomena banjir yang semakin sering terjadi ini tidak terlepas dari perubahan pola pembangunan permukiman masyarakat. Dahulu, masyarakat pesisir Pontianak terbiasa membangun rumah panggung, sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi geografis Pontianak yang berada di dataran rendah dan dekat dengan air pasang. Namun kini, konsep rumah panggung mulai ditinggalkan dan berganti menjadi rumah beton rendah yang dianggap lebih modern.

Padahal, rumah panggung merupakan kearifan lokal yang terbentuk dari pengalaman dan penyesuaian terhadap lingkungan. Dengan meninggalkan konsep ini, bangunan menjadi rentan terendam saat permukaan air naik. Akibatnya, setiap kali hujan deras turun, genangan banjir kembali muncul dan mengganggu aktivitas warga.

Di sisi lain, pemerintah daerah dinilai masih bersikap reaktif dalam menyikapi permasalahan banjir tahunan ini. Penanganan sering dilakukan setelah banjir terjadi, dengan fokus pada penyedotan drainase dan pengerukan lumpur. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal karena tidak menyentuh pengaturan tata ruang dan desain permukiman.

Sejumlah pihak menilai Pemerintah Kota Pontianak perlu membuat langkah strategis jangka panjang, antara lain: menjadikan konsep rumah panggung sebagai acuan resmi pembangunan kawasan rawan banjir, menyediakan dukungan bantuan untuk warga berpenghasilan rendah agar dapat meninggikan struktur rumah, serta menerapkan regulasi zonasi pembangunan dengan mempertimbangkan elevasi wilayah dan sistem air setempat.

Kembalinya konsep rumah panggung dianggap bukan hanya bagian dari pelestarian budaya, melainkan langkah adaptasi realistis menghadapi risiko iklim dan genangan air pada masa kini hingga masa mendatang.

Pewarta: HR