Presiden Prabowo Tegaskan Semua Sekolah Dapat Jatah IFP: “Tak Boleh Ada yang Tertinggal”

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 19 November 2025 18:37 WIB dengan kategori Headline Nasional Prabowo dan sudah 570 kali ditampilkan

BEKASI – TERKININEWS.COM -  Dua hari setelah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, geliat perubahan di dunia pendidikan mulai terlihat nyata di berbagai daerah. Peluncuran yang digelar pada Senin (17/11/2025) itu kini menjadi sorotan publik karena kecepatan implementasinya serta dampaknya yang segera dirasakan para guru dan pelajar.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan “lompatan besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar di seluruh Indonesia.” Ia menekankan bahwa pendidikan modern berbasis teknologi adalah fondasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.

Sejak dicanangkan pertengahan tahun, pemerintah melalui Kemendikdasmen telah memasang 173 ribu panel pembelajaran digital di sekolah-sekolah. Angka itu disebut Presiden sebagai salah satu distribusi perangkat edukasi tercepat di dunia. Pemerintah bahkan menargetkan pemasangan satu juta panel tambahan pada tahun depan, dengan prioritas pada sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Semua sekolah harus mendapat kesempatan yang sama. Bahkan lokasi paling terpencil pun kita kirim lebih dulu,” ujar Presiden. Ia juga mengungkapkan masih terdapat 140 sekolah di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau, namun TNI dan Polri telah diperintahkan untuk memastikan seluruh perangkat tiba tanpa terkecuali.

Acara peluncuran dua hari lalu itu turut diikuti 1.337 sekolah dari 38 provinsi secara virtual. Suasana di SMPN 4 Kota Bekasi berlangsung hangat dan meriah, dengan sambutan drumben, siswa membawa bendera Merah Putih, serta antusiasme pelajar yang ingin menyaksikan langsung transformasi pembelajaran di sekolah mereka.

Presiden Prabowo meninjau langsung penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di beberapa kelas. Ia menyaksikan bagaimana siswa memanfaatkan laboratorium maya, gambar interaktif, hingga simulasi pelajaran yang membuat proses belajar lebih hidup. Para pelajar bahkan berkesempatan berbincang langsung dengan Presiden, menyampaikan cita-cita dan pengalaman mereka menggunakan teknologi baru.

Indarwati Komariah, guru IPA di SMPN 4 Bekasi, menjelaskan bahwa kehadiran IFP memangkas waktu persiapan praktikum dan membuat pelajaran lebih relevan bagi siswa. “Laboratorium maya sangat membantu. Siswa lebih tertarik dan memahami materi lebih cepat,” ujarnya.

Para siswa pun mengaku merasakan perubahan besar. Aleeca Nur Salma Yasmin dari kelas 9G menyebut IFP sebagai “alat yang membuat belajar lebih menyenangkan dan interaktif.” Sementara Noza, siswa kelas 9A, mengatakan panel digital sangat membantunya karena tampilan visual yang terang dan jelas memudahkan membaca materi.

Dalam sesi dialog virtual, guru-guru dari Sumatra Utara, Bangkalan, hingga Bali menegaskan bahwa perangkat digital membuat siswa lebih aktif serta mempercepat capaian pembelajaran. Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi dan mengingatkan agar fasilitas tersebut dirawat dengan baik.

“Ini milik murid-murid dan milik rakyat. Harus dijaga. Pemerintah akan terus menambah konten dan memperluas siaran pendidikan jarak jauh,” tegasnya.

Hingga hari ini, program digitalisasi pembelajaran terus menjadi sorotan publik sebagai kebijakan pendidikan paling progresif dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah memastikan bahwa seluruh perangkat akan tiba di sekolah sebelum Desember 2025, sejalan dengan pembangunan ratusan sekolah baru dan revitalisasi fasilitas pendidikan di seluruh wilayah.