Normalisasi Kali Jembangan: 16.565 Meter, Kubik Lumpur dan Sampah Diangkat Untuk Atasi Banjir
TEGAL - TERKININEWS.COM - Upaya penanggulangan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Jembangan terus diintensifkan melalui normalisasi sungai. Proyek ini meliputi pengerukan sedimentasi di sepanjang 2.338 meter sungai, dari Desa Ujungrusi hingga Tembok Kidul.
Normalisasi ini merupakan bagian dari proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Gung yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Rahardjo, menjelaskan bahwa normalisasi ini bertujuan untuk meminimalisir potensi banjir yang sering melanda DAS Kali Jembangan. Proyek ini dilaksanakan selama 40 hari kalender, mulai dari 18 Oktober hingga 26 November 2025.
"Total endapan lumpur dan sampah yang berhasil diangkat mencapai 16.565 meter kubik," ungkap Teguh pada Rabu (26/11/2025).
Suparno, perwakilan dari PT Minarta Dahutama selaku penyedia jasa, menambahkan bahwa pengerukan dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat.
Awalnya, pengerukan dilakukan sepanjang 1.978 meter yang terbagi dalam tiga seksi, namun kemudian ditambah 400 meter di ruas Jb 2 – B karena potensi banjir yang tinggi.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ujungrusi, Suhato, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatiannya terhadap masalah banjir di wilayahnya. Ia mengakui bahwa sedimentasi dan kebiasaan warga membuang sampah ke sungai menjadi penyebab utama banjir.
"Kami berterima kasih kepada PSDA, PU Pengairan, dan Bapak Bupati atas terlaksananya proyek ini, meskipun belum maksimal," ujarnya.
Nurul (49), warga Desa Tembok Banjaran, mengungkapkan bahwa rumahnya sering terendam banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa, bahkan bisa terjadi tiga kali dalam setahun. Ia berharap warga di hulu sungai tidak lagi membuang sampah ke sungai.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat meninjau proyek pada Jumat (07/11/2025) lalu, mengatakan bahwa Kali Jembangan sudah lebih dari lima tahun tidak dinormalisasi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.
"Sungai ini kalau kita rawat dan jaga bersama, manfaatnya akan dirasakan oleh semua orang," pungkasnya.
Proyek normalisasi Kali Jembangan ini menelan anggaran sekitar Rp286 juta. (Sholeh).



