Dugaan Tambang Ilegal Picu Banjir Aceh–Sumut, Bahlil: Akan Kami Cek

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 29 November 2025 08:39 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 577 kali ditampilkan

NASIONAL - TERKININEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi dugaan praktik tambang ilegal yang disebut-sebut sebagai penyebab banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara. Ia mengakui bahwa kegiatan pertambangan yang tidak dikelola dengan baik kerap memicu kerusakan lingkungan dan bencana.

Bahlil menyatakan akan mengecek langsung informasi mengenai dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut. Ia menegaskan bahwa berdasarkan pengalamannya di sektor tambang, penebangan pohon dan pengabaian pengelolaan lingkungan dapat mengurangi daya serap air dan memicu bencana seperti banjir dan longsor.

Menurutnya, sejak memimpin Kementerian ESDM, ia memperketat pengawasan pertambangan, termasuk mewajibkan perusahaan menyediakan jaminan reklamasi sejak awal untuk menghindari kerusakan pascatambang.

Secara terpisah, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa dugaan tambang ilegal masih ditelusuri Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Satgas telah turun ke lapangan untuk memetakan kegiatan ilegal dan memastikan perusahaan yang melanggar dikenai sanksi.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai rangkaian banjir dan longsor besar di Sumatera Barat, Aceh, serta Sumatera Utara merupakan akibat dari kerusakan ekologis yang sudah berlangsung selama dua dekade terakhir. Menurut Walhi, bencana kali ini bukan semata dipicu curah hujan ekstrem, melainkan hasil dari degradasi hutan, rusaknya daerah aliran sungai, alih fungsi lahan, dan maraknya pertambangan ilegal yang dibiarkan berlangsung.

Walhi menegaskan bahwa lemahnya tata kelola lingkungan dan ketidakseriusan pemerintah daerah mengimplementasikan kajian risiko bencana telah membuat kejadian serupa berulang setiap tahun. Fenomena gelondongan kayu yang hanyut saat banjir dinilai sebagai bukti kuat bahwa aktivitas penebangan masih terjadi di kawasan hulu.