Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga, OJK Optimistis Hadapi Tantangan Ekonomi 2026

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 9 Januari 2026 15:40 WIB dengan kategori Ekonomi Jakarta Nasional Ojk dan sudah 130 kali ditampilkan

JAKARTA - TERKININEWS.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global dan prospek perlambatan ekonomi dunia pada 2026. Penilaian ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar pada 24 Desember 2025

OJK mencatat, perekonomian global menunjukkan perbaikan terbatas dengan pertumbuhan yang diproyeksikan melandai. Perlambatan ekonomi Tiongkok, risiko fiskal di negara maju, serta dinamika kebijakan suku bunga global menjadi faktor yang terus dicermati. Meski demikian, perekonomian domestik Indonesia dinilai tetap solid dengan inflasi terkendali, sektor manufaktur ekspansif, dan neraca perdagangan yang mencatat surplus.

Di pasar modal, kinerja sepanjang 2025 terbilang impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, didukung peningkatan likuiditas transaksi serta partisipasi investor ritel dan asing. Pasar obligasi dan industri pengelolaan investasi juga mencatatkan pertumbuhan positif.

Dari sisi perbankan, OJK melaporkan pertumbuhan kredit yang solid dengan risiko yang terjaga. Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level kuat, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah. OJK juga terus memperkuat pengawasan, termasuk mencabut izin BPR bermasalah serta memblokir puluhan ribu rekening terkait judi online.

Pada sektor keuangan digital dan aset kripto, OJK mencatat peningkatan signifikan jumlah konsumen dan nilai transaksi, seiring penguatan regulasi, sandbox inovasi, dan perizinan pelaku usaha. Di sisi perlindungan konsumen, OJK aktif menindak entitas ilegal, menjatuhkan sanksi administratif, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

Ke depan, OJK menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pendalaman pasar, penguatan UMKM dan keuangan syariah, serta inovasi sektor jasa keuangan yang berkelanjutan guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.