Wapres Gibran Tinjau Pasar, Pendidikan, dan UMKM di Papua, Dorong Ekonomi Rakyat dan Akses Pendidikan Setara

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 14 Januari 2026 20:26 WIB dengan kategori Gibran Headline Nasional Papua dan sudah 352 kali ditampilkan

WAMENA - TERKININEWS.COM - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Papua Pegunungan dan Papua, Selasa–Rabu (13–14/01/2026), dengan meninjau pasar tradisional, sekolah rakyat, serta bertemu pelaku UMKM. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan pemerataan akses pendidikan.

Di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Wapres meninjau Pasar Potikelek sebagai bentuk dukungan terhadap mama-mama pedagang yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Setibanya di lokasi, Wapres disambut Bupati Jayawijaya Athenius Mirip, Kepala Disperindagkop Jayawijaya Alpius, dan Kepala Pasar Potikelek Yuanita Gombo, serta penyambutan adat berupa pemakaian topi tradisional.

Wapres berkeliling pasar dan berdialog langsung dengan pedagang. Pasar Potikelek menampung lebih dari 100 pedagang dengan komoditas utama sayur-mayur, buah-buahan, serta kerajinan lokal. Kepala Disperindagkop Jayawijaya Alpius menyampaikan bahwa kondisi pasokan dan harga relatif stabil, dengan inflasi Jayawijaya berada di kisaran 3,1–3,2 persen.

Pedagang kerajinan Serpina Pekade mengungkapkan bahwa hasil penjualan noken dan kerajinan tangan menjadi sumber utama penghidupan sekaligus penopang pendidikan anak-anaknya. Hal senada disampaikan Mama Nyora, pedagang sayur, yang menilai aktivitas pasar sangat membantu pemenuhan kebutuhan keluarga. Sementara pengunjung pasar, Suryani, berharap perhatian pemerintah terhadap pedagang kecil terus berlanjut.

Sehari sebelumnya, Wapres meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 Biak Numfor, Papua, untuk memastikan program pendidikan berjalan optimal dan menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu. Wapres menegaskan bahwa penguatan Sekolah Rakyat merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan setara dan membangun karakter generasi muda Papua.

Kepala Sekolah SRMA 41 Biak, Samuel Franklyn Yawan, menyebut Sekolah Rakyat sebagai harapan baru bagi masyarakat kurang mampu. Meski fasilitas kini relatif memadai, sekolah masih menghadapi tantangan kekurangan sekitar 10 guru. Saat ini, SRMA 41 menampung 97 siswa dari berbagai distrik di Biak Numfor.

Salah satu siswa, Ricky Yansen K. Siri, mengaku bersyukur dapat bersekolah tanpa biaya setelah sebelumnya terkendala ekonomi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan Wakil Presiden atas hadirnya program Sekolah Rakyat.

Mengakhiri agenda hari pertama di Wamena, Wapres bertemu pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif di Café Dik’s. Dalam pertemuan tersebut, Wapres menyerap aspirasi Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan (PPKPP) yang produknya telah meraih pengakuan internasional dan diekspor ke berbagai negara. Para pelaku UMKM berharap adanya dukungan berkelanjutan dari hulu ke hilir guna memperkuat daya saing kopi Papua Pegunungan di pasar global.