Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2% di 2025, Diproyeksi Menguat Jadi 5,4% pada 2026

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 27 Januari 2026 19:05 WIB dengan kategori Ekonomi Jakarta Ojk dan sudah 471 kali ditampilkan

JAKARTA - TERKININEWS.COM - Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang tetap kuat sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 diprakirakan berada di kisaran 5,2% dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,4% pada 2026.

Pertumbuhan pada triwulan IV 2025 didorong oleh kenaikan permintaan domestik, sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi serta dukungan stimulus kebijakan fiskal dan moneter. Sejumlah indikator utama menunjukkan kinerja positif, antara lain PMI manufaktur yang berada di zona ekspansi, penjualan ritel yang tumbuh positif, serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi akan diperkuat oleh peningkatan investasi, termasuk melalui peran Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai pengungkit investasi swasta, khususnya di sektor hilirisasi sumber daya alam. Pemerintah juga membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.

Cadangan Devisa Indonesia Naik ke USD156,5 Miliar, BI Jaga Stabilitas Rupiah

Ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi USD156,5 miliar, setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.675 per dolar AS dan sempat melemah hingga Rp16.815 per dolar AS pada 23 Januari 2026 akibat aliran keluar modal asing dan meningkatnya permintaan valas domestik.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui intervensi terukur di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic NDF, dan pasar spot, serta penguatan operasi moneter pro-market. Pada penutupan 26 Januari 2026, Rupiah tercatat menguat ke level Rp16.770 per dolar AS dan diprakirakan cenderung stabil ke depan.

Inflasi 2025 Tetap Terkendali, Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi Pengendalian Harga

Inflasi nasional sepanjang tahun 2025 tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% secara tahunan.

Inflasi inti berada pada level rendah sebesar 2,38% yoy, mencerminkan ekspektasi inflasi yang terjaga serta konsistensi kebijakan moneter. Inflasi administered prices tercatat 1,93% yoy, sementara inflasi volatile food masih relatif tinggi sebesar 6,21% yoy, terutama dipengaruhi kenaikan harga bawang merah akibat gangguan cuaca dan keterbatasan pasokan.

Ke depan, inflasi pada 2026 dan 2027 diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran, didukung sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) serta penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional.

APBN 2025 Jadi Peredam Guncangan Global, Defisit Tercatat 2,92% dari PDB

Di tengah tekanan ekonomi global dan moderasi harga komoditas, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 berperan strategis dalam meredam guncangan melalui belanja negara yang efektif dan terarah.

Hingga akhir triwulan IV 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3% dari pagu APBN. Sementara itu, pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7% dari target APBN. Dengan demikian, defisit APBN tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Belanja negara difokuskan pada program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa, paket stimulus ekonomi, serta perlindungan daya beli masyarakat, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.