PTIJK 2026: OJK Perkuat Ketahanan Sektor Jasa Keuangan Nasional

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 6 Februari 2026 05:32 WIB dengan kategori Ekonomi Jakarta Ojk dan sudah 129 kali ditampilkan

JAKARTA - TERKININEWS.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap resilien dan mampu mendukung program prioritas pemerintah serta pertumbuhan ekonomi nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa OJK telah menetapkan tiga kebijakan prioritas pada 2026, yaitu penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan.

Menurut Friderica, kondisi fundamental perekonomian nasional dan kinerja sektor jasa keuangan yang solid menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan global ke depan. OJK akan memperkuat permodalan lembaga jasa keuangan, menyempurnakan tata kelola dan manajemen risiko, termasuk mitigasi risiko siber, serta memperkuat infrastruktur pengawasan berbasis teknologi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan SupTech.

Di sektor pasar modal, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan para pemangku kepentingan berkomitmen melakukan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Langkah tersebut mencakup peningkatan ketentuan free float saham, pengungkapan ultimate beneficial owner, penguatan tata kelola emiten, penegakan hukum yang konsisten, hingga pendalaman pasar secara terintegrasi.

Selain itu, OJK terus mendorong pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang lebih kontributif melalui deregulasi perizinan, perluasan akses pembiayaan, serta pendampingan UMKM yang lebih terstruktur. OJK juga secara aktif mendukung berbagai program prioritas pemerintah, antara lain pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, penguatan sistem kesehatan nasional, serta pengembangan ekosistem bulion dan instrumen berbasis emas untuk mendukung hilirisasi.

Pada kebijakan prioritas ketiga, OJK mendorong pendalaman pasar keuangan dan penguatan keuangan berkelanjutan, termasuk peningkatan peran investor institusional, penguatan literasi dan inklusi keuangan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, serta dukungan terhadap komitmen pemerintah menuju Net Zero Emission melalui pengembangan taksonomi keuangan berkelanjutan dan bursa karbon.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah dan kebijakan OJK dalam mendukung program prioritas pemerintah. Ia menilai sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan berintegritas akan menjadi faktor penentu keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

OJK optimistis kinerja sektor jasa keuangan pada 2026 akan tetap tumbuh positif. Kredit perbankan diproyeksikan tumbuh 10–12 persen, penghimpunan dana di pasar modal ditargetkan mencapai Rp250 triliun, serta jumlah konsumen aset keuangan digital dan kripto diproyeksikan terus meningkat. OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, otoritas moneter, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat