Wapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Keselamatan Warga Jadi Utama

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 6 Februari 2026 16:03 WIB dengan kategori Gibran Kota Tegal Tegal dan sudah 417 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan langsung ke lokasi tanah bergerak dan posko pengungsian di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada hari Jumat, 6 Februari 2026.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wapres menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah. Setelah melihat kondisi lokasi secara langsung dengan mengendarai sepeda motor, ia mengingatkan agar warga tidak tergesa-gesa kembali ke rumah, mengingat kondisi tanah yang masih tidak stabil dan berpotensi membahayakan.
 
"Saya melihat sendiri aspal yang sudah terkelupas dan tanah yang masih bergeser. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan rumah roboh kapan saja. Maka dari itu, saya mohon kepada seluruh warga untuk tidak memaksakan diri kembali ke permukiman semula," ujar Wapres saat bertemu dengan pengungsi di Posko Majelis Az Zikir Wa Rotibain.
 
Wapres juga memberikan jaminan terkait dokumen penting yang hilang akibat bencana, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK). Ia menginstruksikan agar proses pembuatan dokumen pengganti dapat diselesaikan dalam waktu satu hari penuh.
 
"Untuk dokumen yang hilang, kita akan proses secepatnya – targetnya satu hari jadi. Jadi warga tidak perlu merasa khawatir," jelasnya.
 
Selain itu, Wapres menyerahkan penanganan khusus bagi kelompok rentan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Ia meminta agar kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta penyandang disabilitas terpenuhi dengan baik, termasuk ketersediaan layanan medis dan obat-obatan selama 24 jam nonstop.

Gubernur Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan hunian baru untuk para pengungsi di lokasi yang lebih aman. "Kita telah menyediakan rumah bagi seluruh warga yang mengungsi, dan hunian tersebut akan diberikan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya apapun," ujarnya.
 
Luthfi juga menyampaikan apresiasi atas kerjasama masyarakat yang bersedia untuk direlokasi. Sementara itu, Bupati Ischak melaporkan bahwa sebanyak 464 rumah terdampak, dengan 250 di antaranya mengalami kerusakan berat. Saat ini, jumlah pengungsi mencapai 2.426 jiwa yang berada di empat posko utama.
 
"Kita telah menyiapkan lahan relokasi milik Perhutani yang kondisinya lebih stabil dan aman. Lokasi sebelumnya memang sudah tidak layak untuk ditempati seperti yang sudah dilihat langsung oleh Wapres. Kami berharap mendapatkan dukungan izin serta bantuan pembangunan hunian sementara dari pemerintah pusat," papar Bupati Ischak.
 
Nur Halimah (35), salah satu pengungsi, menceritakan pengalaman mengecekannya saat rumahnya hancur pada malam Selasa lalu. "Pada pukul sembilan malam, saya keluar rumah dan melihat tembok sudah roboh seluruhnya. Tanah pun sudah merembes ke bawah dan tidak bisa ditempati lagi," kata Nur yang kini tinggal di tenda bersama anaknya yang berusia 5 tahun.
 
Ia berharap pemerintah segera memberikan hunian layak di lokasi yang jauh dari area perbukitan untuk mengatasi trauma yang dialami keluarga.
 
Di sisi lain, Ahmad Ubaidillah, siswa kelas V SD Padasari 01, mengatakan bahwa ia telah tiga hari tinggal di pengungsian bersama keluarga. Meskipun rumahnya tidak hancur total, namun telah mengalami pergeseran sehingga tidak aman untuk ditempati.
 
"Rumahnya tidak roboh, tapi sudah miring ke arah atas. Karena itu, kami semua memutuskan untuk mengungsi. Hampir semua warga di sekitar juga sudah keluar dari rumah," jelas Ahmad yang mengaku merasa sedih harus meninggalkan tempat tinggalnya.
 
Ketika ditanya tentang harapannya, ia hanya menyampaikan keinginan sederhana: "Semoga keluarga saya selalu dalam keadaan sehat."
 
Di sela-sela kunjungan, Wapres menyaksikan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang digelar oleh polwan Polres Tegal. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak pulih dari tekanan dan merasa aman kembali pascabencana.
 
Sebelum mengakhiri kunjungan, Wapres juga memberikan semangat kepada seluruh pengungsi agar tetap kuat dan sabar. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan semua kebutuhan dasar terpenuhi dan penanganan pascabencana dilakukan dengan cepat serta tepat, agar warga dapat kembali menjalani kehidupan yang aman dan nyaman.
 
Kunjungan tersebut ditutup dengan peninjauan kondisi dapur umum dan posko kesehatan yang beroperasi di Posko Majelis Az Zikir Wa Rotibain.(Sholeh).