Skandal di SMKN 1 Batam: Rekaman CCTV Perkuat Dugaan Pencabulan oleh Oknum Guru

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 8 Februari 2026 07:19 WIB dengan kategori Batam Headline Sekolah dan sudah 651 kali ditampilkan

BATAM – TERKININEWS.COM - Dunia pendidikan di Kota Batam diguncang kabar kelam. Seorang tenaga pendidik berinisial MJ (33), yang menjabat sebagai guru agama di SMK Negeri 1 Batam, kini harus berurusan dengan hukum. MJ dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan tindakan pencabulan dan kekerasan seksual terhadap sejumlah siswanya sendiri.


Kronologi dan Investigasi Awal
Dugaan tindakan tidak pantas ini diduga terjadi pada 6 Januari lalu di dalam ruang guru. Modus yang dilaporkan adalah dengan memanggil siswa ke ruang kerjanya untuk "pembinaan".
Kasus ini mulai terungkap setelah seorang siswa berani melaporkan kejadian yang dialaminya. Menanggapi laporan tersebut, pihak sekolah segera melakukan investigasi internal. Kepala Sekolah SMKN 1 Batam, Deden Suryana, menyatakan bahwa mereka menggunakan metode survei terhadap siswa-siswa untuk mengumpulkan informasi.
Hasil survei tersebut menunjukkan adanya indikasi bahwa beberapa siswa laki-laki mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari MJ dalam berbagai bentuk.
"Laporannya bermacam-macam, semua data ini sudah kami kumpulkan," ujar Deden pada Senin (9/2).
Bukti dan Tindakan Sekolah
Deden menjelaskan bahwa temuan survei didukung oleh rekaman CCTV sekolah yang memperlihatkan saat pelaku bersama korban berada di dalam ruangan yang saat itu kosong.
MJ, yang dikenal santun dan baru mengajar di sekolah tersebut sejak 2023, kini telah dinonaktifkan dari tugasnya. "Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Pelaku sudah resmi kami nonaktifkan agar proses hukum berjalan lancar," tambah Deden.
 

Proses Hukum dan Dukungan untuk Korban
Pihak sekolah telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Polsek Batuaji untuk proses hukum lebih lanjut. Sekolah juga berupaya untuk memastikan kondisi psikologis para korban dan hak pendidikan mereka tetap terjaga.
Hingga berita ini ditulis, Polsek Batuaji masih dalam proses penyelidikan dan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi siswa.