Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 Jelang Ramadan dan Lebaran
JAKARTA – TERKININEWS.COM - Menjelang bulan suci Ramadan dan libur Idulfitri 2026, pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup kebijakan diskon transportasi, penerapan work from anywhere (WFA), serta penyaluran bantuan pangan. Peluncuran paket stimulus ini dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/02/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani ibadah puasa serta tradisi mudik Lebaran.
“Kita ingin meringankan saudara-saudara kita yang dalam rangka puasa dan Lebaran biasanya bersilaturahmi, mudik atau pulang kampung. Karena itu, pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk diskon tiket kereta api, pesawat, dan penyeberangan untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Prasetyo.
Selain stimulus ekonomi, pemerintah juga memberi perhatian serius terhadap aspek keselamatan perjalanan mudik. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan, terutama di tengah tingginya curah hujan yang berpotensi merusak kondisi jalan.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi jalan yang berlubang dan berisiko menimbulkan kecelakaan. Pemerintah terus mengingatkan seluruh jajaran agar memperhatikan hal-hal kecil yang berpotensi fatal,” katanya.
Dalam paket stimulus ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN untuk diskon tarif transportasi. Diskon tersebut meliputi potongan harga tiket kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga angkutan udara kelas ekonomi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa diskon transportasi diberikan untuk mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian nasional, khususnya pada periode libur hari besar keagamaan.
“Pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar. Kebijakan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata,” ujar Airlangga.
Diskon tarif kereta api sebesar 30 persen diberikan untuk perjalanan pada 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang. Diskon angkutan laut sebesar 30 persen berlaku pada 11 Maret–5 April 2026 dengan target 445 ribu penumpang. Sementara itu, angkutan penyeberangan mendapatkan diskon 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026 dengan target 945 ribu kendaraan dan 2,4 juta penumpang. Adapun angkutan udara kelas ekonomi domestik memperoleh diskon sebesar 17–18 persen untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.
Untuk mengurai kepadatan arus mudik, pemerintah juga menetapkan kebijakan WFA atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Ketentuan WFA bagi aparatur sipil negara diatur melalui Surat Edaran Menteri PANRB, sedangkan bagi pekerja swasta diatur melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan.
Tak hanya itu, pemerintah turut memperkuat daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang diserahkan sekaligus untuk dua bulan. Bantuan ini menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari desil 1 hingga 4 dengan estimasi anggaran sebesar Rp11,92 triliun.
“Pemerintah bekerja keras agar masyarakat, terutama di desil 1 sampai 4, dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan lebih tenang,” ujar Prasetyo.
Airlangga pun meminta pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan pangan, khususnya dari sisi logistik. Pemerintah berharap Paket Stimulus Ekonomi I-2026 dapat menggerakkan aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama tahun 2026.



