Wali Kota Tegal Ingin Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat Lewat Pelatihan Manajemen SMART

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 4 Maret 2026 13:32 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 157 kali ditampilkan

KOTA TEGAL - TERKININEWS.COM -  Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat dalam acara Pelatihan Strategi Manajemen Masjid Amanah, Ramah, dan Bertatakelola (SMART). Kegiatan yang merupakan sinergi antara Bank Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tegal ini digelar di Gedung Adipura Balai Kota Tegal, Rabu (4/3/2026).
 
Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal beserta jajarannya, Ketua Baznas Kota Tegal bersama para pengurus, serta narasumber Ustadz Ir. Kusnadi Ikhwani, M.M. Tak kurang dari 215 pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan takmir masjid se-Kota Tegal juga turut serta dalam pelatihan ini.
 
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa masjid bukan sekadar tempat beribadah, melainkan juga memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat.
 
“Sejak zaman dahulu, masjid telah menjadi pusat peradaban umat Islam. Oleh karena itu, pengelolaannya harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman melalui manajemen yang amanah, ramah, dan tata kelola yang baik,” ungkapnya.
 
Menurutnya, penerapan konsep SMART menjadi langkah krusial untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid sekaligus mempererat kepercayaan jamaah terhadap para pengurusnya.
 
“Memakmurkan masjid tidak hanya berarti membangun bangunannya secara fisik, tetapi juga menghidupkan kegiatan ibadah, menyediakan pendidikan keagamaan, serta menjalankan program sosial yang manfaatnya benar-benar terasa bagi masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.
 
Di kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kota Tegal, H. Harun Abdi Manap, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bank Indonesia yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan bagi para pengurus masjid di Kota Tegal.
 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia atas dukungannya dalam pelatihan ini. Saat ini, terdapat 215 takmir masjid di Kota Tegal, dan semuanya telah memiliki surat keputusan sehingga memenuhi syarat untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
 
Ia pun berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, para pengurus masjid mampu melakukan pendataan terhadap masyarakat fakir miskin di lingkungan masing-masing guna mendukung program pemberdayaan ekonomi umat.
 
“Pasca pelatihan ini, masjid diharapkan dapat mencatat jumlah fakir miskin di sekitarnya untuk kemudian diprogramkan bantuan usaha. Bantuan yang diberikan Baznas bersifat produktif, bukan konsumtif, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kemiskinan,” jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antar berbagai pihak dalam memakmurkan masjid sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan di daerah.
 
“Kegiatan ini menjadi awal silaturahmi seluruh pemangku kepentingan. Semua pihak memiliki peran dalam memakmurkan masjid agar dapat saling membantu dan berkontribusi dalam upaya mengentaskan kemiskinan,” katanya.
 
Ia juga mendorong masjid untuk memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS agar memudahkan masyarakat dalam menyalurkan infak maupun sedekah dengan cara yang lebih transparan dan akuntabel.
 
“Dengan menggunakan QRIS untuk pembayaran infak dan sedekah, pengelolaan dana masjid menjadi lebih mudah dan modern,” pungkasnya.(Sholeh)