Wujudkan Pemerintahan Bersih, Bupati Tegal Tegaskan Komitmen Anti Korupsi
TEGAL - TERKININEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Tegal terus bergerak memperkokoh integritas birokrasi. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan pengarahan strategis pencegahan korupsi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Selasa (07/04/2026).
Rapat yang dihadiri oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian ini menjadi wadah konsolidasi guna memastikan tata kelola pemerintahan berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
Inspektur Kabupaten Tegal, Saidno, memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari dialog nasional bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diikuti para kepala daerah se-Jawa Tengah.
Dari sisi pencapaian, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025 menunjukkan kenaikan yang positif. Skor indeks mencapai 77,07 atau naik 3,98 poin dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, capaian ini masih berada dalam kategori waspada atau zona kuning yang menuntut perbaikan lebih lanjut.
"Peningkatan ini tentu patut kita apresiasi, namun kita juga sadar masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama," ujar Saidno.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi perbaikan prosedur pelayanan, penguatan budaya antikorupsi, serta penekanan terhadap segala bentuk toleransi pada penyimpangan.
Di sisi lain, capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) tahun 2025 tercatat sebesar 90,87 persen dan masuk kategori baik. Meskipun angkanya sedikit turun akibat perubahan indikator penilaian, posisi peringkat Kabupaten Tegal justru mengalami kenaikan.
Kabar baik juga datang dari tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang meningkat signifikan dari 91 persen menjadi 94,96 persen per akhir semester II 2025. Namun, sisa 5,04 persen rekomendasi lama harus segera dituntaskan.
"Korupsi bukan hanya masalah hukum, tapi merusak keadilan sosial, ekonomi, dan iklim investasi. Oleh karena itu, kita harus menerapkan prinsip zero tolerance," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menekankan bahwa pencegahan korupsi harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar program sesaat.
"Komitmen yang kita bangun harus diterjemahkan dalam kerja nyata di setiap OPD. Pendekatan sekarang tidak hanya soal penindakan, tapi lebih kepada penguatan sistem pencegahan yang berkelanjutan," kata Bupati.
Ia meminta seluruh jajaran mengevaluasi kinerja, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan barang jasa, hingga pelayanan perizinan. Bupati juga mengingatkan agar waspada terhadap potensi gratifikasi dan benturan kepentingan.
"Laporan keuangan tidak hanya soal mengejar opini, tapi cerminan tanggung jawab kita kepada rakyat. Integritas pimpinan dan budaya kerja yang sehat adalah kunci utama," tegasnya.
Bupati pun menambahkan bahwa capaian MCP sebesar 90,87 persen telah mengangkat peringkat Tegal di Jawa Tengah dari posisi 26 ke urutan ke-13.
"Ini bukti upaya kita sudah di jalur yang benar, meski masih harus terus diperbaiki. Mari saling menjaga dan mengingatkan agar pemerintahan kita benar-benar bersih dan melayani," pungkasnya.(Sholeh).

