CDC AS dan Pemerintah Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Flu Burung melalui Latihan Simulasi Bersama di Sumatera Selatan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 10 April 2026 16:50 WIB dengan kategori Jakarta dan sudah 217 kali ditampilkan

JAKARTA - TERKININEWS.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) Amerika Serikat, melalui pelaksana program, Health Security Partners, menyelesaikan latihan simulasi di kelas dan di lapangan selama empat hari pada pekan ini dengan tujuan memperkuat Tim Reaksi Cepat di tingkat Kabupaten dan Provinsi di Sumatera Selatan. Latihan yang diselenggarakan pada 7-10 April di Palembang ini mempertemukan CDC dan instansi-instansi utama pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan bilateral dalam menghadapi flu burung dan ancaman penyakit menular baru lainnya.

Latihan kolaboratif ini dikoordinasikan bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam, yang menunjukkan pendekatan menyeluruh dari pemerintah yang diperlukan untuk pengawasan dan respons penyakit yang efektif. CDC bekerja sama dengan berbagai negara di seluruh dunia untuk memperkuat kapasitas dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman penyakit menular, guna melindungi kesehatan masyarakat Amerika dan dunia.

Spesialis Kesehatan Masyarakat CDC Yenny Tju mengatakan, "Ini merupakan kolaborasi dan persiapan lintas sektor untuk menghadapi wabah penyakit pernapasan yang berpotensi tinggi. Pembentukan tim reaksi cepat akan memitigasi dampak wabah ketika wabah itu terjadi, bukan jika wabah itu terjadi. Kami tahu penyakit tidak mengenal batas dan kita harus selangkah lebih maju di dunia yang saling terhubung ini."

(Foto: U.S. Consulate Medan)

Kasus-kasus flu burung yang baru-baru ini terdeteksi pada manusia di Kamboja menggarisbawahi pentingnya sistem surveilans yang kuat untuk memantau lingkungan lokal dan mendeteksi potensi wabah dengan cepat. Virus ini terus menimbulkan risiko signifikan tidak hanya bagi populasi burung tetapi juga bagi kesehatan manusia di seluruh kawasan.

"Kami berterima kasih kepada CDC atas dukungan teknis dan kesempatan pelatihan serta kolaborasi untuk mencegah penyakit zoonosis ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP.

Elly Puspasari Lubis dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menekankan pentingnya kesiapsiagaan: "Penyakit zoonosis dapat terjadi dengan sangat cepat dan kita harus selalu siap untuk merespons."

Latihan ini berfokus pada percepatan kemampuan deteksi dan respons wabah untuk dengan cepat mengendalikan penyakit yang mengancam kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan berbagi pengetahuan, belajar satu sama lain, dan melakukan latihan simulasi praktis, para peserta meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan kolektif mereka dalam menghadapi ancaman flu burung dan penyakit menular lainnya.

Kolaborasi ini mencerminkan kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam memajukan keamanan kesehatan global. Komitmen AS untuk mendukung kemampuan surveilans penyakit dan respons wabah Indonesia sejalan dengan upaya yang lebih luas untuk mendeteksi dan mengendalikan ancaman penyakit menular di sumbernya, melindungi warga negara Indonesia maupun warga Amerika, baik di dalam maupun di luar negeri.

(Foto: U.S. Consulate Medan)

(Foto: U.S. Consulate Medan)