Investasi Tembus Rp4,75 Triliun, Pemkab Tegal dan Kadin Bahas Strategi Hadapi Lonjakan Harga Plastik

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 16 April 2026 20:19 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 169 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM -  Kenaikan harga bahan baku plastik saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Diskopukmdag), Iman Rudy Kurnianto, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan isu nasional yang juga berdampak pada daerah tersebut.
 
"Kenaikan harga bahan baku tentu langsung mempengaruhi biaya produksi yang ikut membengkak. Oleh karena itu, kami mengimbau para pelaku usaha untuk lebih efisien dan mulai beralih menggunakan kemasan alternatif yang lebih ekonomis," ujar Iman usai menghadiri acara Halalbihalal dan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapinkab) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Syailendra Convention Hall, Slawi, Rabu (15/04/2026).
 
Iman menjelaskan, Kabupaten Tegal tidak memiliki industri penghasil plastik, melainkan hanya berposisi sebagai konsumen yang memasok bahan dari luar daerah. Kondisi ini membuat pengendalian harga menjadi sulit dilakukan dari sisi produksi.
 
"Karena kami hanya berada di hilir, langkah antisipasi terbaik adalah memanfaatkan bahan kemasan lain yang lebih ramah lingkungan dan harganya lebih terjangkau," tambahnya.
 
Dampak Isu dan Krisis Energi Global
Sementara itu, Wakil Bidang Organisasi KADIN Kabupaten Tegal, Cahyanto, menilai kenaikan harga plastik juga dipicu oleh isu yang beredar di media sosial serta dampak krisis energi global. Menurutnya, pemberitaan yang kurang bertanggung jawab sempat memicu kepanikan pasar sehingga harga naik drastis.
 
"Plastik adalah bahan turunan minyak bumi yang produksinya banyak dipengaruhi kondisi Timur Tengah. Fluktuasi harga energi dunia sangat berpengaruh. Saya berharap pelaku usaha tidak terburu-buru menaikkan harga jual produknya," ungkapnya.
 
Untuk menekan laju kenaikan harga, Cahyanto mengajak masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik. Menggunakan tas belanja kain atau kemasan yang mudah terurai (biodegradable) dinilai efektif menurunkan permintaan pasar.
 
"Secara ekonomi, jika permintaan turun sementara stok masih ada, harga otomatis akan ikut turun. Selain itu, penggunaan bahan non-plastik juga jauh lebih baik untuk kelestarian lingkungan," pungkasnya.
 
Di kesempatan yang sama, disampaikan pula kabar menggembirakan terkait kinerja perekonomian daerah. Pada tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Tegal berhasil menembus angka Rp4,75 triliun atau mencapai 135,85 persen dari target yang ditetapkan. Pencapaian gemilang ini juga berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 18.891 orang.
 
Hal tersebut dibacakan oleh Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, mewakili Bupati dalam sambutannya. Masuknya investasi tersebut diketahui mendorong perkembangan sektor unggulan seperti industri kulit dan alas kaki, pengolahan makanan, perdagangan, hingga sektor jasa.
 
Secara spesifik, Kabupaten Tegal juga mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi, yakni menduduki peringkat ke-5 untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan peringkat ke-6 untuk Penanaman Modal Asing (PMA).
 
Target Rp4,1 Triliun Tahun 2026
Meski capaian tahun lalu sangat memuaskan, pemerintah daerah mengingatkan agar tidak berpuas diri. Untuk tahun 2026 ini, target investasi ditetapkan sebesar Rp4,1 triliun.
 
"Target ini menuntut kerja keras, kreativitas, dan sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan seluruh pelaku usaha," tegas Ahmad Kholid.
 
Sementara itu, Ketua KADIN Jawa Tengah, Mokhamad Amin, menekankan pentingnya menjaga iklim usaha yang kondusif. Ia menilai KADIN memiliki peran vital sebagai wadah yang menaungi dunia usaha, mulai dari skala mikro hingga korporasi besar.
 
"Sinergi yang kuat adalah kunci utama untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal," ungkapnya.
 
Ketua Panitia Pelaksana, Naning Ratminingsih, menambahkan bahwa antusiasme peserta yang hadir menjadi bukti nyata tingginya komitmen dunia usaha dalam mendukung kemajuan Kabupaten Tegal.
 
Melalui forum ini, diharapkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha semakin erat demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(Sholeh)