Pasien Katastropik Jadi Tantangan Terbesar JKN, Bpjs Kesehatan Wilayah IX Gandeng Media Edukasi Warga
Makassar – BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX mengajak insan media berdiskusi dalam forum silaturahmi dengan tujuan memperkuat kolaborasi untuk mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional, JKN.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX, Asyraf Mursalina pada Senin, 4/5/2026 kemarin menyebut media sebagai mitra strategis, penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif dari media akan sangat menentukan keberhasilan JKN di lapangan.
“Media memiliki peran kunci dalam membentuk pemahaman publik,” ujar Asyraf.
Ia menjelaskan, JKN dijalankan dengan prinsip gotong royong. Peserta yang sehat menopang peserta yang sakit, dan peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu. Pembiayaan kesehatan dikelola lewat iuran, risk pooling, hingga strategic purchasing untuk menjamin layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Namun, tantangan terbesar saat ini muncul dari meningkatnya kasus penyakit katastropik. Jantung, kanker, dan stroke kini menjadi kontributor utama pembiayaan JKN akibat biaya penanganan yang tinggi.
BPJS Kesehatan mencatat, penyakit seperti jantung, kanker, dan stroke sekarang jadi beban biaya terbesar. Kenapa? Karena biaya pengobatannya mahal dan butuh perawatan panjang.
Kalau jumlah pasien katastropik terus naik, dana JKN bisa tertekan. Dampaknya, keberlanjutan program buat semua peserta jadi tantangan.
“Dominasi penyakit katastropik berdampak langsung pada meningkatnya beban pembiayaan layanan kesehatan dalam sistem JKN,” jelas Asyraf.
Untuk itu, BPJS Kesehatan mendorong penguatan upaya promotif dan preventif sebagai strategi jangka panjang. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dinilai menjadi kunci menekan laju kasus.
“Upaya pencegahan harus menjadi fokus bersama agar beban pembiayaan dapat lebih terkendali dan keberlanjutan Program JKN tetap terjaga,” tutupnya.



