Hj. Ismiyati Dorong Disdik dan Disnaker Kepri Kolaborasi, Pastikan Pelajar SMK Siap Masuk Industri
TANJUNGPINANG — Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Hj. Ismiyati, mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri untuk berkolaborasi dalam memastikan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa terhubung langsung dengan dunia industri. Menurutnya, sinergi antara kedua instansi ini sangat penting agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
" Meskipun sudah ada langkah yang ditempuh bekerja sama dengan dunia industri, pemerintah masih perlu lebih banyak lagi untuk memfasilitasi kerjasama dengan perusahaan. Selama ini, banyak lulusan SMK yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kurangnya link and match antara dunia pendidikan dan industri. Oleh karena itu, kami mendorong Disdik dan Disnaker untuk menyusun program bersama yang bisa menjembatani kebutuhan ini," ujar Ismiyati yang juga merupakan Ketua DPD PKS Tanjungpinang ini, Sabtu (16/3).
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memfasilitasi lebih banyak kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di berbagai sektor industri. Dengan adanya program magang, pelatihan berbasis industri, serta sertifikasi keahlian, para siswa SMK akan memiliki pengalaman yang lebih siap pakai ketika memasuki dunia kerja.
Selain itu, Ismiyati juga menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan tenaga kerja di Kepri agar kurikulum di SMK dapat disesuaikan. Menurutnya, sektor maritim, pariwisata, dan manufaktur masih menjadi bidang yang membutuhkan banyak tenaga kerja terampil, sehingga sekolah-sekolah perlu menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan industri di daerah.
Sebagai bagian dari Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi pendidikan, Politisi PKS Hj. Ismiyati menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebijakan ini. Ia berharap adanya langkah konkret dari Disdik dan Disnaker agar lulusan SMK Kepri tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi dalam dunia industri.