Pilot AirAsia Pilih Pensiun Dini dari Kemiliteran

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 30 Desember 2014 03:46 WIB dengan kategori Liputan Khusus dan sudah 1.242 kali ditampilkan

Kapten Iriyanto, pilot pesawat AirAsia QZ8501 yang dinyatakan hilang, memiliki jam terbang tinggi. Menjadi penerbang sudah dilakoni sejak muda saat masih di TNI AU.

 

"Kalau jam terbang, Pak De (Iriyanto) sejak masih muda sudah jadi penerbang pesawat TNI AU, di TNI AU Pak De itu jadi instruktur penerbangan," kata Ayik Faulia Atmaja (32), keponakan Kapten Iriyanto ditemui Okezone di rumahnya, Nanggulan, Maguwo, Depokk, Sleman, Senin (29/12/2014).


Setelah mengajukan pensiun dini, kata Ayik, Iriyanto tak lepas dari pesawat. Suami Widia Sukarti itu menjadi pilot untuk penerbangan komersial.


"Sebelum di AirAsia, Pak De pernah di Merpati Air, setelah itu di AdamAir. Jadi pilot komersial sudah lama, mungkin lebih dari 15 tahun, selama itu kan dalam keseharian kan mengendalikan pesawat," jelas pria yang sudah dikaruniai seorang putra berusia tiga tahun ini.


Terpisah, Komandan Lanud Adisucipto Yogyakarta, Marsekal Pertama TNI AU Yadi Indrayadi Sutanandika menyampaikan hampir sama dalam mengoperasikan pesawat, baik komersial maupun milik pemerintah seperti pesawat tempur. Secara prinsip tidak ada perbedaan penerbangkan pesawat, namun secara teknis, ada sedikit perbedaan dalam menerbangkan pesawat komersial maupu pesawat tempur.


"Ibarat mengendarai mobil, mengemudikan sipil dengan militer itu sama, prinsipnya sama-sama mengemudikan mobil, tapi secara teknis ada perbedaan," katanya saat berada di Kantor Bea Cukai Yogyakarta.

*Okz