Daeng Indra, Mantan Pemulung Berjiwa Sosial Tinggi Yang Kini Pimpin Pemuda Bugis Di Kepri

Diterbitkan oleh Saiful pada Selasa, 2 Februari 2016 07:58 WIB dengan kategori Profil dan sudah 6.109 kali ditampilkan

Sosoknya yang rapih, bersih nan bersahaja. Tutur katanya juga santun dan pilih-pilih bahasa. Tak tergambar lantangnya ketika protes disosial media. Angkat berita aksi sosial tapi bukan narsis belaka. Tidak minta puji tapi tidak pula marah ketika dihina. Tetap melangkah meski berkali-kali usaha baiknya di tanya. Terus menolong meski diri sebenarnya tidak lah kaya. Dialah Daeng Indra.

 


 

Pemuda kelahiran Jambi 6 Juni 1986 ini terbilang cukup muda. Putra dari Bapak (Alm) Ahmad dan Ibu Maryati ini diberi nama Indra saat lahir. Hidup sekarang punya rumah mobil dan usaha bukanlah serta merta ada dimilikinya. Jauh sebelum sekarang pemuda ini telah berjibaku dengan kerasnya hidup.

 

Ia terpaksa meninggalkan sekolah yang ia cintai, SMP 4 Muara Sabah, Jambi karena keterbatasan biaya. Iapun memutuskan untuk merantau kepulau Batam. Segala pekerjaan keras ia lakoni mulai dari Kuli panggul bawang di pelabuhan Batu Ampar, Supir Truk, Jualan Koran disimpang Galael, security komplek perumahan, Penjual Rokok Asongan dipasar pagi Jodoh, Hingga menjadi pemulung di Perumahan Tiban Housing.

 

Hidup keras membuat Daeng Indra berfikir untuk menaikan taraf hidupnya. Bukan sekedar ambisi namun karena sadar disekitarnya ia memiliki saudara senasib yang begitu banyak. Sadar akan hal itu, Indra kemudian berusaha untuk melengkapi cacat pendidikan yang sebabkan kemiskinannya. Uang yang ia dapatkan disisihkan untuk mengikuti program paket B dan C. Diklat komputer dan akhirnya kini ia memiliki sertifikat sebagai Lulusan BP3IP dasar (Diklat Pelaut Dasar).

 

Pemuda yang menikahi Indah Ayu Lestari, Wanita Darah Pacitan yang sekarang bekerja sebagai bidan disalah Puskesmas Botania ini kini dipercaya memimpin Forum Kerukunan Pemuda Bugis Makasar (FKPBM) Kepulauan Riau. Diketahui Organisasi ini sudah memiliki Ribuan Anggota sejak  didirikan 4 bulan lalu. Melalui organisasinya, Daeing Indra bergerak begitu cekatan dalam membantu sesama.  Hampir semua Netizen Batam tahu bagaiman sepak terjang Daeng Indra dalam membantu. Ia turun kelapangan dan memberikan pelayanan secara langsung. Saalah satu aksinya adalah membantu Wargono (32) penjaga makam Pahlawan Batuaji yang dianiaya geng motor. Meski akhirnya nyawa wargono tidak bisa tertolong, Daeng hadir dan mendampingi wargono yang merupakan pria sebatang kara di Kota Bata mini.

 

Aksi-aksinya ia posting disosial Media. Tidak bermaksud riya atau minta puji. Tapi Daeng Indra Menegaskan bahwa Ormas Memang selayaknya melakukan kerja nyata dan berupaya membangun serta membantu. Ormas tidak layak digunakan sebagai wadah gagah-gagahan atau intimidasi terhadap pihak tertentu. Pemuda yang pernah mencicipi profesi wartawan ini juga menegaskan bahwa kejujuran, ketulusan, ikhlas adalah kunci dan landasan dalam setiap ia bergerak.

 

Ia juga berpesan, bahwa membantu itu bukan karena kita ada uang, tapi kita ada waktu. Dan semua itu tergantung pada niat. Terkininews.com