Balai TNWK Lampung Timur Dikepung Ribuan Warga, Desak 3 Tuntutan Ini

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 13 Januari 2026 19:42 WIB dengan kategori Lampung dan sudah 880 kali ditampilkan

LAMPUNG - TERKININEWS.COM - Kantor Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dikepung ribuan warga dari desa penyangga di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Selasa (13/1/2026).

Aksi tersebut dilatarbelakangi lantaran seringnya kawanan Gajah yang keluar dari habitatnya, bahkan merusak perladangan warga. Terakhir, kawanan gajah hutan TNWK menewaskan Kepala Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara saat membantu warga menghalau Gajah tersebut saat di perladangan.

Dalam orasinya, warga mengungkapkan bahwa pihak Balai TNWK tak serius dalam melakukan penanganan konflik antara satwa Gajah warga yang terus berlangsung.

Warga menyebut bahwa pengelolaan hutan oleh pihak Balai TNWK sangat buruk, hingga konflik gajah masih saja terus berlangsung hingga berpuluh-puluh tahun tanpa adanya solusi yang realistis.

"Bukan gajah musuh kami, kelalaian pengelola yang jadi masalah. Hai pegawai TNWK, Polhut, kamu kerjanya ngapain?!!" Teriak Budi, salah satu orator.

"Jika Hutan serius di jaga, maka untuk makan gajah pasti tersedia dan tidak keluar-keluar terus ke perladangan warga" lanjutnya.

Saat mediasi di Kantor Balai TNWK, perwakilan masa diterima oleh Direktur Konservasi Kawasan Ditjen KSDAE  KLHK; Sapto Aji Prabowo dan Kepala Balai TNWK M Zahdi didampingi Kepolisian dan TNI setempat.

Sempat terjadi perdebatan yang alot, akhirnya tuntutan warga di sanggupi oleh pihak Balai TNWK. Tuntutan tersebut diantaranya adalah:
1. Menuntut penghentian konflik antara Gajah dan manusia dengan cara apapun di lahan masyarakat. Serta melakukan langkah nyata dalam penanganan konflik tersebut.

2. Menuntut pertanggung jawaban penuh atas kerugian materiil dan Imateriil yang dialami masyarakat akibat konflik tersebut.
3. Menuntut pertanggungjawaban atas korban jiwa yang diakibatkan atas konflik itu.

"Jika pihak Balai TNWK abai atas tuntutan yang telah kita sepakati tersebut. Jelas kami akan kerahkan massa yang lebih banyak lagi untuk mengepung kantor ini. Kami sudah capek siang dan malam di perladangan lantaran mengahalau gajah, sementara pihak Polhut tidak tau kemana" ungkap Sespri, salah satu perwakilan massa tersebut.

Sementara Sapto Aji Prabowo saat diwawancara usai mediasi, mengatakan bahwa pihak Balai TNWK mulai saat ini akan mengerahkan Polhut untuk mengantisipasi aktifitas kawanan Gajah, agar tidak keluar dari habitatnya hingga melakukan perusakan perladangan warga kembali.

Dirinya juga telah berkoordinasi kepada pihak Dirjen KSDAE untuk merencanakan solusi yang lebih permanen selain pembuatan tanggul yang saat ini telah dalam proses penggarapan di perbatasan hutan TNWK dengan desa penyangga khususnya di sekitar Desa Braja Asri.

"Terkait mekanisme kompensasi hingga ganti rugi kemaren sudah kita bicarakan bersama dengan Pemda setempat. Namun demikian juga akan kita sampaikan kepada atasan terkait regulasinya dan anggarannya" katanya.