Jalan Terbangun Persingkat Seluruh Warga Kalinusu Brebes Pergi ke Sawah

Sholeh Ahad, 25 Oktober 2020 04:42 WIB
20x ditampilkan Opini

 

Brebes - Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter melalui TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes, dari Dusun Karanganyar tembus ke Dusun Kedung Kandri, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak hanya membuat para petani di desa itu senang karena dimudahkan dalam beraktivitas pertanian, namun juga membebaskan Dusun Kedung Kandri dari keterisoliran 75 tahun.

Jalan TMMD yang dilengkapi dengan talud di kanan-kiri jalan, 3 plat duiker dan sebuah gorong-gorong itu, kini mendekatkan jarak dan mempersingkat waktu warga Kedung Kandri untuk ke desanya Kalinusu.

Dijelaskan Sumarno (58), warga Dusun Karanganyar RT. 03 RW. 01, Desa Kalinusu, bahwa sebelum jalan dibangun, warga Kedung Kandri harus menyeberang Kali Pemali dengan naik perahu untuk mendapatkan segala fasilitas terdekat di wilayah desa/kecamatan tetangganya, yaitu Bantarkawung, dengan ongkos penyeberangan Rp. 2 ribu memakai sepeda kayuh, dan Rp. 5 ribu jika memakai sepeda motor. Sabtu (24/10/2020).

Begitu juga bagi anak-anak Kedung Kandri yang bersekolah di wilayah tetangganya itu, juga membayar ongkos penyeberangan seribu rupiah untuk bolak-balik.

Sementara jika Kali Pemali banjir maka mereka benar-benar terisolasi selama banjir berlangsung sehingga membuat harga sembako di warung-warung kelontong akan melonjak karena stok terbatas.

Sedangkan untuk menuju Balai Desa Kalinusu, setelah menyebrang rakit, mereka harus melanjutkan perjalanan darat sejauh 13 kilometer lebih (45 menit lebih), dengan melewati sejumlah desa di wilayah kecamatan tetangganya itu, kemudian ke wilayah Kecamatan Bumiayu, hingga akhirnya sampai tujuan.

Kini dengan adanya akses jalan tersebut, masyarakat Kedung Kandri tidak lagi harus menyeberangi Kali Pemali untuk mendapatkan berbagai fasilitas pelayanan di wilayah desanya Kalinusu, karena mereka tinggal melewati jalan TMMD dalam waktu 5 menit menggunakan sepeda motor.

“Selain kelancaran untuk membawa pupuk atau hasil panen dari ladang, jalan TMMD itu juga sangat mempersingkat waktu saya pergi ke sawah,” bebernya. (Rus/Aan)