Di Sibolga, Alfamart dan Gudang Bulog di Jarah dengan Dalih Bertahan Hidup, Sejumlah Penyedia Logistik Mulai Waspada

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 30 November 2025 09:49 WIB dengan kategori Daerah Headline dan sudah 1.195 kali ditampilkan

SIBOLGA - TERKININEWS.COM - Situasi darurat pascabencana banjir dan longsor di Sibolga memicu aksi penjarahan terhadap sejumlah fasilitas penyimpanan bahan pangan. Setelah minimarket seperti Alfamart dan Indomaret dijarah, giliran Gudang Bulog Sarudik di Sibolga menjadi sasaran warga yang diduga merupakan korban terdampak bencana.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah meminta tambahan personel pengamanan kepada Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah. Namun, sebelum pasukan tambahan datang, massa bergerak menyerbu gudang pada Minggu (30/11/2025).

“Massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar gerbang, merusak gembok gudang, dan mengambil beras serta minyak goreng. Aparat sudah berupaya menghalau, tetapi massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan,” ujar Budi.

Bulog menjelaskan bahwa aparat sebelumnya telah ditempatkan di sekitar kompleks gudang. Namun fokus utama TNI-Polri saat itu adalah membantu evakuasi korban dan penanganan darurat pascabencana. Gangguan jaringan telekomunikasi juga menghambat koordinasi lapangan.

Bulog kini masih mendata jumlah kerugian akibat beras dan minyak goreng yang diambil. “Kami memahami masyarakat berada dalam kondisi sangat darurat. Karena itu kami terus berkoordinasi agar distribusi bantuan segera pulih dan situasi kembali kondusif,” jelas Budi.

Penjarahan Minimarket Indomaret Juga Terjadi

Selain gudang Bulog, beberapa gerai Indomaret dan Alfamart turut dijarah warga. Bastari Akmal, Marcomm Executive Director Indomaret, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut akar masalahnya terletak pada akses bantuan yang sepenuhnya terputus.

“Jalur darat banyak yang tertimbun longsoran sehingga bantuan belum dapat masuk ke lokasi,” ungkapnya.

Indomaret belum memutuskan langkah hukum terkait insiden tersebut dan lebih mengutamakan pemulihan kondisi daerah bencana. “Yang terpenting adalah situasi kembali kondusif, dan bantuan bisa segera menjangkau warga terdampak,” ujarnya.

Indomaret juga memastikan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk turut menyalurkan bantuan bagi korban bencana.

Saat ini pemerintah pusat dan daerah terus berupaya membuka akses jalan, mempercepat pendistribusian bantuan, serta memulihkan stabilitas keamanan di kawasan terdampak.