Peneliti Politeknik Negeri Batam Kembangkan Sistem Pendingin Baterai Kendaraan Listrik Berbasis Termoelektrik, Selaraskan Langkah Indonesia dengan Tren Global EV
BATAM – TERKININEWS.COM - Tim peneliti dari Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Batam yang dipimpin Dr. Muhammad Hasan Albana melaporkan kemajuan signifikan dalam pengembangan Battery Thermal Management System (BTMS) berbasis teknologi termoelektrik. Riset ini didukung hibah BIMA 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktiristek).
Pengembangan sistem dilakukan untuk menjawab tantangan panas berlebih pada baterai kendaraan listrik, terutama di iklim tropis Indonesia. Teknologi termoelektrik yang digunakan dirancang untuk menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni mendinginkan baterai secara aktif serta memanen panas menjadi energi listrik melalui Thermoelectric Generator (TEG).
Tim peneliti telah merampungkan sejumlah capaian awal. Pertama, prototipe sistem pendingin berbasis air cooling telah selesai dan menunjukkan kinerja termal yang stabil pada pengujian awal. Kedua, pengembangan sistem water cooling kini telah mencapai 50 persen. Rancangan cold plate dengan enam variasi saluran pendingin telah dianalisis menggunakan Ansys Fluent 2025R1, dengan desain terbaik mencatat hambatan termal 0,0159 K/W. Prototipe fisik tengah memasuki tahap perakitan.
Salah satu pencapaian penting lainnya adalah publikasi hasil penelitian pada jurnal internasional bereputasi World Electric Vehicle Journal (Scopus Q2). Artikel berjudul “Investigation of Flow Channel Configurations in Liquid-Cooled Plates for Electric Vehicle Battery Thermal Management” menjadi bukti kontribusi akademik Indonesia dalam riset kendaraan listrik.
Kebutuhan sistem manajemen termal baterai terus meningkat seiring naiknya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Suhu lingkungan yang berkisar di angka 30–35°C membuat teknologi BTMS yang efisien menjadi semakin penting, terlebih dalam mendukung program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
Teknologi termoelektrik menawarkan sejumlah keunggulan, seperti tidak menggunakan refrigeran, berukuran lebih ringkas, mudah diintegrasikan, memiliki kontrol suhu presisi, serta mampu melakukan pemanenan energi (waste heat recovery).
Ke depan, tim peneliti akan melanjutkan pengembangan dengan menyelesaikan prototipe water cooling, melakukan uji komparasi antara sistem air cooling dan water cooling, serta mengoptimalkan desain berdasarkan hasil eksperimen. Rangkaian kegiatan ini diharapkan memperkuat kontribusi Politeknik Negeri Batam dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik nasional.









